CUCI TANGAN SERTA ETIKA BERSIN DAN BATUK

CUCI TANGAN SERTA ETIKA BERSIN DAN BATUK

Sudah hampir menginjak satu bulan hingga hari ini Indonesia masih dihadapkan dengan virus yang mematikan. Jumlah penduduk terinfeksi kian hari kian meningkat, begitupun dengan jumlah kematian akibat virus ini. Rasanya kini masyarakat dari kalangan mana pun pasti sudah familiar dengan COVID-19, ya virus ini lah yang kini sedang ramai diperbincangkan.

Kuman dan virus sangat mudah ditularkan lewat tangan termasuk virus corona yang dapat bersarang ditangan kita dan menginfeksi pemiliknya atau menularkan sekitarnya. Mengapa? Karena disadari atau tidak, tangan merupakan salah satu anggota tubuh luar yang sering terpapar dengan banyak hal, seperti berjabat tangan dan menyentuh benda-benda yang tidak jelas status kebersihannya. Walaupun secara kasat mata terlihat bersih, namun ternyata tangan tetap saja banyak mengandung kuman dan virus. Bagaimana kita bisa tahu? Hanya teknologi mikroskop yang bisa melihatnya dengan jelas. Hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan tangan adalah dengan mencuci tangan, sebuah penelitian mengatakan cuci tangan 85% efektif dalam menghilangkan mikroorganisme di tangan.

Selain itu, tahukah kalian virus corona merupakan virus yang bisa ditularkan dengan perantara droplet? Dan bukankah masih sering dijumpai orang-orang mengabaikan etika bersin dan batuk dengan tidak menutup mulut atau hidungnya?. Sama halnya seperti virus influenza, bersin dan batuk pun bisa menularkan virus tersebut. Tak heran jika kita berada di sekitar orang-orang yang sedang terinfeksi influenza, tak lama kemudian kita pun mengalami kondisi yang sama, begitupun dengan virus corona. Biasanya droplet bisa sampai ke tubuh manusia dikarenakan bersin atau batuk yang menyiprat melalui udara, sehingga etika bersin dan batuk tidak bisa diremehkan lagi.

Oleh karena itu, amat penting rasanya di masa sekarang ini bahkan seterusnya bagi kita untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan serta etika bersin dan batuk. Berikut langkah-langah mencuci tangan serta etika bersin dan batuk yang baik.

Tata Cara Mencuci Tangan

  1. Basahi tangan, lalu tuang dan oleskan sabun di telapak tangan.
  2. Gosok sabun pada kedua telapak tangan secara memutar.
  3. Letakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri dengan jari yang terjalin dan juga sebaliknya.
  4. Gosokkan kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
  5. Bersihkan punggung jari dan kuku dengan posisi saling mengunci.
  6. Gosok ibu jari kiri sambil menggenggam telapak tangan kanan dan sebaliknya.
  7. Kuncupkan lalu gosokkan jari-jari tangan kanan yang tergenggam di telapak tangan kiri dan sebaliknya. Keringkan tangan dengan tisu kering  atau handuk sekali pakai. Dan tutup kerang menggunakan tisu kering atau handuk sekali pakai tersebut.

Catatan:

Cuci tangan dilakukan selama 40-60 detik jika menggunakan sabun, atau 20-30 detik jika menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Kapan mencuci tangan itu perlu dilakukan?

  1. Sebelum makan
  2. Setelah BAB
  3. Sebelum menjamah makanan
  4. Sebelum menyusui
  5. Setelah beraktifitas

 

Etika Bersin dan Batuk :

  1. Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk dan bersin
  2. Buang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah
  3. Apabila tidak ada tisu, batuk dan bersin menggunakan lengan atas, jangan menggunakan talapak tangan atau punggung tangan

Catatan :

  • Ingat untuk mencuci tangan setelah batuk dan bersin.
  • Cuci dengan sabun dan air mengalir (menggunakan tata cara yang sudah dijelaskan sebelumnya).
  • Apabila tidak ada air mengalir, gunakan sabun dan air bersih yang ada.
  • Jika tidak ada air dan sabun gunakan  hand sanitize yang setidaknya mengandung 60% alkohol.

 

Lalu muncul kembali pertanyaan besar dikalangan masyarakat saat ini, apa akibatnya jika kita tidak mencuci tangan? Dan apa pula risiko jika tidak menerapkan etika bersin dan batuk? Jawabannya adalah sebagai berikut.

  • Tidak mencuci tangan dapat membuat kita mudah terinfeksi virus dan jatuh sakit, sehingga menurunkan imunitas tubuh.
  • Tidak mencuci tangan dapat menyebabkan peningkatan penyebaran virus terutama jika berada dekat dengan orang yang imunitas tubuhnya tidak baik.
  • Tidak mencuci tangan dapat meningkatkan peluang virus untuk menginfeksi tubuh ketika menyentuh bagian mata, hidung atau mulut.
  • Tidak mencuci tangan dapat memindahkan virus ke makanan atau benda lain yang kita sentuh.
  • Tidak mencuci tangan meningkatkan risiko resistensi terhadap antibiotik dengan cara menurunkan risiko infeksi.

Berdasarkan penelitian, meningkatkan jumlah orang dengan tangan bersih sebesar 10% dapat memperlambat laju penyebaran penyakit sebanyak 24%. Kampanye atau melakukan edukasi mencuci tangan kepada orang-orang di sekitar dapat membantu memperlambat penyebaran infeksi sekitar 37%. Mengapa? Karena ketika mencuci tangan terjadi gerakan menggosok yang dapat menghilangkan kuman dan virus yang bersarang di tangan setelah dibilas. Selain itu, mencuci tangan dengan sabun dapat menghancurkan lapisan dinding virus yang mengandung lemak sehingga virus tidak bisa menginfeksi tubuh manusia.

Jika dipahami dan dilakukan dengan baik tidak sulit bukan mencegah penyebaran virus corona? Oleh karena itu, mari bersama lindungi diri dan sekitar dari virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti, cuci tangan dengan sabun serta gunakan etika bersin dan batuk. Sayangi keluarga, sayangi teman dan sayangi negri kita. #sudahcucitanganbelum?

 

Sumber :

www.promkes.kemkes.go.id

https://www.cdc.gov/handwashing/why-handwashing.html

https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/etiquette/coughing_sneezing.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/steps-when-sick.html

https://www.who.int/gpsc/5may/Hand_Hygiene_Why_How_and_When_Brochure.pdf

http://yankes.kemkes.go.id/read-ayo-gunakan-etika-ketika-batuk-4931.html

https://www.medicalnewstoday.com/articles/why-hand-washing-really-could-slow-down-an-epidemic

https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-019-6705-5