ANJURAN STAY AT HOME SAAT PANDEMI COVID-19

ANJURAN STAY AT HOME SAAT PANDEMI COVID-19

LATAR BELAKANG

Physical distancing adalah pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah guna mencegah penyebaran penyakit. Masyarakat juga diminta untuk mengurangi interaksi sosial dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.

Ketika COVID-19 sudah masuk di daerahmu, setiap orang harus membatasi kontak dengan individu di luar rumah karena orang dapat menyebarkan virus bahkan sebelum tahu bahwa mereka sakit. Maka, menjadi sangat penting untuk menjaga jarak dengan orang lain, bahkan jika kamu ataupun orang lain tidak menunjukkan gejala. Physical distancing sangat penting terutama bagi orang yang beresiko tinggi untuk mengalami sakit parah, seperti lansia dan bayi.

Meskipun risiko penyakit parah mungkin berbeda untuk semua orang, siapapun bisa terinfeksi dan menyebarkan COVID-19. Setiap orang memiliki peran untuk memperlambat penyebaran dan melindungi diri sendiri, keluarga, dan komunitasnya.

 

EPIDEMIOLOGI

Peningkatan kasus COVID-19 terjadi secara eksponensial dimana jumlah kasus meningkat 2 kali lipat dalam 2-3 hari. Peningkatan kasus ini bisa diperlambat dengan physical distancing  yang dianjurkan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut artikel dari Washington Post, terdapat beberapa simulasi interaksi manusia di tengah wabah yang melanda untuk menggambarkan pentingnya anjuran stay at home dan physical distancing.

1. Free- for-all

Hal ini terjadi jika kita tidak melakukan pembatasan interaksi antar individu. Kurva jumlah orang yang sakit meningkat dengan cepat dan akan menurun saat orang mulai pulih.

2.  Forced quarantine

Ini yang terjadi di provinsi Hubei di Cina, yaitu mengkarantina populasi yang sakit. Sulitnya memisahkan populasi yang sakit dengan yang sehat menjadikan cara ini kurang efektif dan lama kelamaan virus tersebut akan tetap menyebar luas.

3.  Moderate Physical Distancing

Inilah yang disebut physical distancing jika dilakukan oleh ¾ populasi. Tidak keluar rumah jika tidak perlu, melakukan work from home, dan adanya pembatasan perkumpulan publik.

4. Extensive Physical Distancing

Bayangkan jika 7/8 populasi melakukan physical distancing. Kurva jumlah orang yang sakit akan semakin landai dan penyebaran penyakit semakin lambat.

 

Dari simulasi ini, dapat kita simpulkan pentingnya hal-hal berikut:

1). Flattening the Curve : Negara mempunyai batasan kapabilitas jumlah kasus yang bisa ditangani. jika melebihi batas tersebut, kemungkinan tidak semua kasus bisa ditangani dengan baik. semakin landai kurva, semakin lambat penyebaran COVID-19 sehingga kasus-kasus yang sudah ada bisa ditangani dengan baik sesuai kapabilitas negara. 

2). Self-Responsibility : Dalam situasi seperti ini, ketidakpedulianmu dapat menyebabkan penularan ke semua orang terlebih yang berisiko tinggi.

sumber :

  1. CDC : https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/social-distancing.html
  2. Washington Post : https://www.washingtonpost.com/graphics/2020/world/corona-simulator/

 

PROSEDUR PHYSICAL DISTANCING dan STAY AT HOME

Penularan COVID-19 terjadi ketika orang yang sakit berkontak erat dengan orang sehat. Untuk mencegahnya, masyarakat diminta untuk menjaga jarak atau physical distancing.

1. Kurangi mobilitas dengan tetap stay at home

  • Tidak berwisata dan mudik
  • Bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah
  • Anak tidak bermain diluar rumah

2. Menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain saat bepergian

Mengapa? Karena ketika orang tersebut batuk atau bersin, droplet dari hidung atau mulutnya mungkin membawa virus dan dapat menyebar dalam jarak 2 meter. Jika kamu berada di dekatnya kurang dari 2 meter, kemungkinan besar kamu akan terkena droplet yang mengandung virus tersebut.

3. Menghindari keramaian

Tunda kegiatan massal seperti arisan, reuni, acara pernikahan, pemakaman, dan acara kumpul dengan teman/saudara.

4. Mengurangi kontak fisik dengan orang lain

Tidak melakukan salaman atau berpelukan dengan orang lain. Jika sakit, kurangi interaksi langsung dengan orang lain.

 

Sumber :

https://www.covid19.go.id/2020/03/31/ketahui-melandaikan-kurva/

https://www.kemkes.go.id/resources/download/pengumuman/protokol%20kes%20covid%2019/Apa%20itu%20Social%20Distancing.jpeg

https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/REV-04_Pedoman_P2_COVID-19_%2027%20Maret2020_Tanpa%20TTD.pdf.pdf

 

KENAPA HARUS MELAKUKAN PHYSICAL DISTANCING?

  • Memutus Rantai Infeksi/Memperlambat Laju Penyebaran

Dengan diam di rumah, kamu telah berusaha menjaga kesehatan banyak orang. Physical distancing akan melandaikan kurva dari jumlah terinfeksi agar tidak melebihi kapasitas fasilitas kesehatan (flatten the curve). Dengan physical distancing, pasien positif COVID-19 dapat ditangani dengan baik dan jumlah pasien yang meninggal bisa lebih sedikit.

  • Menekan Jumlah Terinfeksi

Dengan menerapkan physical distancing dan tetap berada di rumah, kamu bisa terhindar dari orang yang berpotensi menularkan penyakit.

  • Kita Tidak Tahu Siapa yang Terinfeksi

Virus Corona dapat menular melalui droplet dari orang yang batuk atau bersin. Maka dari itu, tetap lakukan physical distancing karena kita tidak tahu siapa yang bisa menularkan COVID-19.

 

APA YANG TERJADI JIKA PHYSICAL DISTANCING TIDAK DILAKUKAN?

  • Kematian Massal

Tanpa physical distancing, penyebaran virus corona tidak akan terputus dan jumlah pasien terinfeksi bisa terus bertambah. Dengan kondisi pelayanan kesehatan saat ini, physical distancing sangat penting untuk mencegah terjadinya kematian massal yang dapat menghilangkan sebuah generasi.

  • Membahayakan Orang Tua di Sekitarmu

55% pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan di RS adalah pasien berusia diatas 50 tahun. Tingkat kematian tertinggi pada kelompok usia diatas 80 tahun.

  • Keruntuhan Ekonomi

Pandemi COVID-19 ini memicu krisis di banyak bidang. Jika penyerabaran COVID-19 tidak segera dihentikan, ekonomi Indonesia diprediksi hanya tumbuh 0,3% pada tahun 2020.

https://www.medscape.com/viewarticle/927870

https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/wr/mm6915e3.htm

https://www.imperial.ac.uk/news/196496/coronavirus-pandemic-could-have-caused-40/

https://jakartaglobe.id/news/total-war-on-coronavirus

https://www.cnbcindonesia.com/market/20200414100056-17-151698/chatib-skenario-terburuk-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-03

 

KAPAN KITA BOLEH KELUAR RUMAH?

1. Olahraga di luar rumah diperbolehkan jika: 

  • Tubuh fit (tidak demam, batuk, maupun sesak napas)
  • Menerapkan physical distancing serta cuci tangan pakai sabun

2. Membeli kebutuhan pokok

3. Kepentingan mendesak seperti :

  • Kebutuhan medis
  • Bekerja menuju kantor dalam kepentingan mendesak

APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA BERPERGIAN?

  1. Gunakan masker kain yang diganti 4 jam sekali
  2. Hindari berhubungan secara dekat dan jaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain
  3. Usahakan tidak berpergian ke tempat yang ramai, jangan berkumpul
  4. Meminimalkan menyentuh barang yang disentuh oleh banyak orang

SESAMPAINYA DI RUMAH:

  1. Lepas alas kaki sebelum masuk rumah
  2. Bersihkan seluruh permukaan barang yang berasal dari luar rumah yang mungkin terpapar droplet virus dengan menggunakan lap disinfektan
  3. Cuci baju dan masker kain yang dipakai
  4. Segera cuci tangan dan mandi

 

Sumber :

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/be-active-during-covid-19

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/social-distancing.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention-H.pdf

Permenkes no. 9 tahun 2020 pasal 13 ayat 7C

https://www.businessinsider.sg/can-you-run-walk-go-outside-during-shelter-in-place-2020-3?r=US&IR=T

https://www.outsideonline.com/2410881/going-outdoors-coronavirus

https://www.popsci.com/story/environment/lockdown-coronavirus-covid-go-outside/

 

TIPS PRODUKTIF DI RUMAH

1. Buat pola bekerja/belajar yang konsisten

Istilah work from home tentu tidak asing lagi. Agar pekerjaan selesai tepat waktu, buatlah jadwal yang konsisten setiap harinya. Kamu juga bisa membuat prioritas tugas sesuai tenggat waktunya.

2. Olahraga di rumah

Berolahraga secara teratur dapat membuat tubuh lebih bugar. Badan yang sehat menghadirkan pikiran yang sehat pula. Kamu bisa mencari workout yang simpel dari Youtube. Kamu juga bisa mengunduh video-video aerobik, senam, yoga, ataupun zumba. Untuk hasil yang maksimal, lakukan olahraga minimal 30 menit sehari sebanyak 5 kali seminggu.

3. Memasak

Untuk membunuh waktu luang, kamu juga dapat mencoba resep-resep baru yang sedang nge­-trend supaya tidak ketinggalan zaman.

4. Membaca

Membaca tidak hanya membuat kamu tetap produktif, tetapi juga membantu meningkatkan pengetahuan, kosakata, serta keterampilan berkomunikasi dan menulis. Kamu bisa membaca buku, artikel, atau majalah yang menarik menurutmu.

5. Merapihkan kamar/rumah

Kalau selama ini kita terlalu sibuk untuk merapikan dan membersihkan kamar, inilah saatnya! Kamu juga bisa menata ulang letak perabotan di kamar/rumah untuk mendapatkan suasana baru.

6. Mempelajari hal baru

Untuk mengisi waktu luang, banyak hal baru yang bisa di-explore. Kamu bisa mulai untuk mempelajari bahasa asing, mengikuti kursus online, ataupun mulai menulis.

 

https://www.kompasiana.com/yuliani99/5e782148d541df2b3f70e093/5-kegiatan-produktif-saat-stay-at-home

https://www.idntimes.com/life/inspiration/ishma/hal-produktif-yang-bisa-kamu-lakukan-di-rumah-karena-covid-19-c1c2/7

https://ilovelife.co.id/blog/10-efek-positif-tak-terduga-dari-penerapan-social-distancing/

 

PERAN SOSIAN UNTUK MEMBANTU SESAMA SELAMA #STAYATHOME

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu sesama, membantu mereka yang terdampak pandemik ini. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan :

1. Membagikan makanan

Kita bisa membagikan makanan dengan tetap #stayathome lho! Bagaimana caranya? Tentu saja diluar sana masih banyak orang yang tidak bisa stay at home karena harus mencari rezeki agar bisa makan. Oleh karena itu, kita bisa membantu membagikan paket sembako yang digantungkan di pagar rumah dan membuat tulisan “boleh diambil untuk yang membutuhkan.” Dengan begitu, para pedagang maupun pengemudi ojek online yang lewat depan rumahmu akan mengambilnya dan kita bisa membantu meringankan beban mereka lho!

2. Menggalang/menyumbang dana

Banyak platform yang bisa kita pilih untuk melakukan penggalangan dana. Nantinya, dana ini bisa dibelikan alat pelindung diri untuk tenaga medis atau bahkan makanan untuk mereka yang membutuhkan.

3. Berbagi rezeki kepada ojek online

Karena adanya anjuran stay at home, pengemudi ojek online kian hari makin sepi orderan. Banyak dari mereka yang penghasilannya berkurang dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita bisa membantu mereka dengan memesan makanan lewat aplikasi ojek online dan memberikan makanan itu kepada pengemudi ojek online tersebut untuk dimakan. Jangan lupa untuk membayar dengan uang elektronik ya!

Yuk, tetap stay at home dan lakukan physical distancing! Jaga kesehatanmu dan orang lain, ringankan beban tenaga medis, dan tetap bersedekah!