LAPANGAN GUNUNG HUTAN

LAPANGAN GUNUNG HUTAN

Atlas Medical Pioneer adalah organisasi pecinta alam yang berbasis medis. Karena pada dasarnya AMP adalah suatu organisasi pecinta alam, maka ilmu kepecintaalaman sangat penting untuk dikuasai oleh anggotanya. Ilmu paling mendasar dari kegiatan kepecintaalaman adalah ilmu tentang Gunung Hutan. Pada Pendas XXIII AMP ini diadakanlah lapangan Gunung Hutan sebagai lapangan pertama untuk siswa dengan tujuan mengajarkan ilmu dasar seorang pecinta alam yaitu ilmu gunun hutan. Lapangan Gunung Hutan ini terdiri dari materi kelas, kegiatan mentoring, dan lapangan Gunung Hutan tersendiri. Materi kelas dilaksanakan di lapangan GH PENDIDIKAN DASAR XXIII ATLAS MEDICAL PIONEERkampus FK Unpad, Jatinangor pada tanggal 27 Februari 2016. Ilmu yang diajarkan berupa teori-teori ilmu pengetahuan dasar kegiatan alam, navigasi, dan juga survival. Setelah kegiatan materi kelas, siswa melakukan kegiatan mentoring secara mandiri per regu di Bale Padjadjaran. Setiap regu siswa dibimbing oleh dua orang AMP sebagai mentor. Kedua mentor ini bertugas untuk mengajarkan ke siswa praktek tentang ilmu gunung hutan dan ilmu bivoac. Setelah selesai pengajaran teori dan prakteknya, kegiatan selanjutnya adalah Lapangan Gunung Hutan yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 5-6 Maret 2016 di Rancawalini, Ciwidey. Hari pertama siswa didampingi oleh dua orang AMP sebagai mentor untuk melakukan kegiatan orientasi medan terbuka. Siswa belajar mempraktekan tentang bagaimana cara melakukan navigasi dasar. Kegiatan berlangsung sampai siang yang kemudian dilanjutkan dengan pendakian gunung. Setibanya di lokasi di dalam hutan, siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti kegiatan pos survival. Pos yang tersedia berupa pos shelter alam,trapping, api, dan botani merupakan pos yang mengajarkan tentang survival secara langsung di alamnya. Siswa juga diminta untuk mencoba membangun shelter alam, menyalakan api, membuat trap,  dan mencari botani nya sendiri. Ilmu survival sangat penting bagi pecinta alam agar bisa selamat selama kegiatan di alam bebas. Kegiatan selanjutnya berupa pembangunan bivoac bagi siswa. Disini siswa belajar untuk bekerja sama mempraktekan ilmu bivoac yang sudah diajarkan. Hari kedua lapngan gunung hutan, siswa melakukan latihan navigasi terbuka. Ilmu navigasi terbuka dilakukan secara beregu dimana setiap regu diminta untuk menuju koordinat-koordinat yang sudah ditentukan oleh pelatih. Kegiatan hari kedua selesai sampai sore hari.