• Penulis: Davin Y. Sunanda (AM 25018)
  • Editor: Astri Shafirah (AM 25009), Nadya Auliarahma (AMP 2418019 NW)

Apakah kamu mengetahui betapa pentingnya peran air dalam tubuh manusia? Zat  yang menjadi komponen dari 50-60% berat badan kita ini sangat multifungsi.1 Mulai dari membantu darah dalam distribusi nutrisi dan oksigen, pengeluaran karbondioksida dan zat sisa dari tubuh kita,  hingga proses biologis kompleks seperti konversi gula menjadi energi (Adenosine  Tryphosphate/ATP) dan panas (kalor). Air juga berperan penting dalam mendinginkan tubuh saat cuaca panas dan/atau berolahraga, yaitu dengan cara berkeringat. Berkeringat merupakan satu-satunya cara untuk mendinginkan tubuh yang memanas jika  dipicu dengan aktivitas, terutama oleh aktivitas berat (olahraga).

Memanasnya suhu tubuh saat aktivitas, terjadi karena energi panas juga dibuat sebagai produk sampingan dalam proses konversi gula menjadi energi. Oleh karena itu, aktivitas fisik tentunya tidak hanya akan meningkatkan pembakaran gula di sel demi meningkatkan pembentukan energi tapi juga meningkatkan panas yang turut dibuat.2 Melalui proses berkeringat inilah peningkatan panas tubuh bisa dihambat dengan memanfaatkan air yg membasahi kulit  untuk didinginkan oleh udara lingkungan. Selain itu, di bawah kulit juga terdapat pembuluh darah yang akan turut didinginkan sehingga darah yang mendingin di dalam pembuluh tersebut dapat  disebar untuk menurunkan suhu dari bagian tubuh lain.

Perlu diketahui bahwa yang keluar dari kulit saat berkeringat tidak hanya air, elektrolit berupa sodium (Na+) dan klorida (Cl) juga dikeluarkan.  Dua elektrolit ini tidak hanya memberikan rasa asin pada keringat kita, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengatur keseimbangan cairan dari sel di tubuh manusia dan membantu dalam penyerapan nutrisi di sistem pencernaan. Pada orang-orang yang belum teraklimatisasi(mengalami penyesuaian diri dengan iklim, lingkungan, kondisi,  atau suasana baru) kurang dapat mengendalikan cairan dan elektrolit yang hilang saat berkeringat, sehingga lebih rentan mengalami dehidrasi (kondisi kurangnya cairan dalam  tubuh).3

Sports Drink?

Dalam hal ini, sports drink dapat membantu orang yang baru mulai mencoba gaya  hidup aktif untuk ‘doping’ agar performa fisik dapat meningkat tanpa harus mengkhawatirkan efek samping doping pada umumnya. Minuman yang juga dikenal sebagai  minuman ion atau minuman isotonik ini kerap kali mengandung 3 hal yang berperan dalam meningkatkan olahraga, yakni:

  • gula untuk meningkatkan cadangan gula di tubuh kita yang akan disimpan dalam bentuk glikogen,
  • elektrolit untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh  dan mempercepat penyerapan gula di sistem pencernaan, dan
  • perisa yang membuat  minuman lebih nikmat untuk dikonsumsi agar ketersediaan air tubuh pun meningkat.2

Namun, minuman ini harus dikendalikan konsumsinya bila menargetkan penurunan berat badan karena kandungan gula pada sports drink justru dapat memperlambat progres dalam mencapai target tersebut.  Minuman ini juga sebetulnya tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan pada olahragawan yang sudah teraklimatisasi karena adaptasi mekanisme berkeringatnya sehingga dapat mengeluarkan cairan dan elektrolit dengan lebih efisien.

Kafein dan Alkohol untuk olahraga?

Dalam melakukan kegiatan olahraga, sudah banyak penggiat olahraga yang memanfaatkan khasiat kafein, zat peningkat performa atau zat ergogenik yang sudah diteliti dapat meningkatkan stamina, kekuatan otot, dan kecepatan motorik. Zat yang banyak terdapat pada produk-produk minuman energi ini sebetulnya sangat mudah untuk diakses. Namun, dosis kafein untuk  setiap individu harus diuji coba terlebih dahulu karena dapat memberikan efek samping gelisah berlebihan yang menyebabkan beberapa orang sulit untuk beristirahat dan berujung pada terhambatnya proses regenerasi sel tubuh untuk menjadi lebih kuat.1

Perlu diingat bahwa baik minuman energi ataupun minuman lain yang  berkarbonasi lebih baik untuk dihindari saat berolahraga karena akan membuat perut kembung. Perut yang terisi gas akan mengurangi keinginan kita untuk minum air sehingga kekurangan cairan tidak teratasi dan berujung dehidrasi.

Terdapat pula minuman yang harus dihindari sebelum dan sesudah olahraga adalah minuman beralkohol karena efeknya dapat mengganggu proses pengaturan keseimbangan cairan dalam tubuh dan juga dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi. Alkohol juga dapat  mengganggu fungsi pengaturan suhu tubuh manusia yang dapat meningkatkan resiko hipotermia dan heat stroke.2  


Aneka minuman yang dapat dimanfaatkan dan dihindari dalam mendukung aktivitas  fisik sangat mempengaruhi progres setiap pribadi dalam memulai atau melanjutkan gaya hidup sehat. Namun, yang paling penting dalam berolahraga adalah untuk tidak menyerah, selalu bersemangat untuk melakukan lebih baik dari kemarin hari, dan  memberikan usaha yang konsisten. Diharapkan bahwa artikel ini dapat membantu kamu untuk terus berusaha dalam meningkatkan kesehatan jasmani teroptimal yang bisa dicapai  agar tetap sehat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Saunders, C., Thurgood, G., Sapstead, G., & Stankiewicz, C. The complete running &  marathon book. NY, NY: Dorling Kindersley; 2014. p. 54-55. 

2. Whitney, E. N., & Rolfes, S. R. Understanding Nutrition. Stamford, CT: Cengage Learning; 2016. p. 441-461.

3. Hall, J. E. Guyton and Hall textbook of medical physiology. Philadelphia: Elsevier; 2016. p. 913-915.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *