• Penulis: Clementino I. T. (AM 25012)
  • Editor: Astri Shafirah (AM 25009), Nadya A. S. (AMP 2418019 NW)

Mengapa keseleo bukan hal yang sepele?

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan keseleo. Keseleo atau terkilir merupakan luka pada bagian tubuh kita yang menyatukan tulang satu dengan tulang lainnya. Saat terkilir, terjadi pergeseran baik sebagian maupun keseluruhan tulang pada suatu persendian.1 Pergeseran ini dapat terjadi sementara maupun menetap. Jika terjadi sementara maka sendi dapat  kembali tanpa dilakukan suatu tindakan. Sebaliknya, jika terjadi secara menetap, berarti sendi tidak bisa kembali tanpa tindakan tertentu.

Struktur yang menyatukan antar tulang ini disebut dengan ligamen. Terkilir biasanya  dialami oleh kita yang gemar berolahraga, seperti terkilir pada bagian pergelangan kaki. Hal tersebut  dapat memengaruhi aktivitas kita sehari-hari.  Jika tingkat keparahan dari terkilir termasuk kategori berat, pergerakan sendi akan sangat terbatas.  Tentu saja kita tidak ingin membiarkan hal ini terjadi,  bukan? Oleh karena itu, ada baiknya kita harus memperhatikan lebih detail  mengenai kondisi terkilir ini: apa saja penyebabnya, apa tanda dan gejalanya, bagaimana penanganannya, dan bagaimana pencegahannya.

Apa saja yang dapat menyebabkan kondisi seperti ini?

Cedera, luka benda tumpul, atau aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan terkilir. Kondisi tersebut dapat merusak ligamen pada tubuh kita.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Terkilir dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya. Pertama, yaitu terkilir tingkat ringan yang dapat menyebabkan retak pada tulang kita. Kedua, yaitu terkilir tingkat sedang dimana kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada ligamen kita semakin parah. Terakhir yang ketiga, yaitu terkilir tingkat berat dimana kondisi ini bisa  mengakibatkan cedera patah tulang.2 Untuk tanda dan gejala yang dapat muncul saat terkilir  biasanya seseorang tersebut akan merasakan sensasi nyeri, kaki  bengkak, kelainan bentuk dari kaki, pergerakan terbatas, dan memar atau lebam.2

Apa yang harus kita lakukan jika kita mengalami terkilir?

Penanganannya sama seperti seseorang yang terduga mengalami patah tulang. Penanganan dari terkilir biasa disebut dengan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).2

  1. Kita harus mengistirahatkan (rest) bagian yang terluka atau yang terasa nyeri.
  2. Untuk satu sampai dua hari pertama,  berikan benda dingin atau es (ice) ke bagian yang nyeri  untuk mengurangi pembengkakan. Setelah tiga hari,  mungkin beberapa orang akan mengalami gejala timbulnya panas pada bagian yang terluka.
  3. Setelah itu, perlu dilakukan kompresi (compression) dengan diberikannya balutan yang baik atau splint, hal ini memiliki tujuan untuk mencegah cedera yang berulang.
  4. Hal yang dapat dilakukan selanjutnya yaitu mengangkat bagian yang nyeri atau yang terluka berada diatas dari jantung, ini disebut elevasi (elevation).

Perawatan ditentukan oleh tingkatan keseleo, sampai berapa lama sebelum melakukan latihan tertentu. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi tidak stabil hingga kronis sehingga  dapat menyebabkan cedera kembali. Karena sendi yang terluka dapat segera melemah, sebaiknya kita tidak melakukan pergerakan yang berlebihan dan tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan pengeluaran energi yang cukup besar. Jika keadaan tidak kunjung membaik, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Apa saja pencegahan yang dapat dilakukan?

Untuk kita yang  gemar berolahraga, kita harus mengetahui pencegahan apa saja yang dapat dilakukan untuk menghindari  kondisi seperti terkilir atau keseleo ini. Untuk menghindari cedera keseleo,  alangkah baiknya melakukan pencegahan dengan melakukan:

  • pemanasan,
  • peregangan, 
  • latihan penguatan ligamen, otot, dan tendon (bagian tubuh yang menyatukan tulang dengan otot) yang melintasi sendi,
  • latihan pergelangan kaki, dan
  • melakukan pembebatan pergelangan kaki pada saat latihan fisik maupun pertandingan.

Perlu diingat bahwa lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Semoga bermanfaat!

DAFTAR PUSTAKA:
  1. Sumartiningsih, S. (n.d.). Cedera Keseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle Sprains). Retrieved  November 07, 2020, from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/miki/article/view/2556
  2. Auerbach, P. S. (2016). Medicine for the outdoors: The essential guide to first aid and medical  emergencies. Philadelphia, PA: Elsevier.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *