• Penulis: Lubna Shafa Nabihah (AM 25035)
  • Editor: Nadya Auliarahma (AMP 2418019 NW), Astri Shafirah (AM 25009)

EAMC, apa itu?

Kram otot merupakan hal yang sering terjadi saat kita berolahraga. Hal ini dikenal dengan istilah exercise-associated muscle cramps (EAMC). Kram otot dikategorikan sebagai EAMC apabila dialami setelah berolahraga oleh orang yang sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan, seperti gangguan metabolisme, saraf, atau hormon.1 Faktor risiko dari kram otot itu beragam yaitu seperti kekurangan cairan dan elektrolit, pasien dengan gangguan medis, seperti pasien dengan diabetes, gangguan saraf maupun tiroid. Kram otot terjadi ketika otot terus menerus berkontraksi sehingga menjadi tegang dan sakit, terutama saat digerakkan.

Apa saja penyebab EAMC?

EAMC bisa ditimbulkan oleh banyak faktor. Salah satunya oleh kekurangan ion atau elektrolit pada cairan tubuh. Seperti yang kita ketahui, lebih dari setengah komposisi tubuh kita tersusun oleh cairan. Cairan-cairan dalam tubuh kita mengandung elektrolit yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Saat tubuh kita kekurangan elektrolit, keseimbangan cairan tubuh kita akan terganggu. Akibatnya, timbul beberapa gejala seperti kram otot, terutama saat kita berolahraga. Selain itu, kram otot dapat pula disebabkan konsumsi air yang berlebihan saat seseorang mengalami dehidrasi. Hal ini karena mengonsumsi air yang berlebih dapat memecah elektrolit yang penting bagi tubuh.2

Pencegahan EAMC cukup dengan air biasa, benarkah?

Kram otot dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara, yaitu melakukan gerakan yang baik saat berolahraga, meminum minuman yang mengandung elektrolit, serta melakukan pemanasan maupun pendinginan. Bagaimana cara agar tubuh kita tidak kekurangan elektrolit? Tentunya dengan meningkatkan asupan elektrolit. Cara kita meningkatkan asupan elektrolit adalah dengan meminum minuman yang mengandung elektrolit, bukan hanya air biasa. Memang, meminum air sangat penting bagi tubuh kita. Akan tetapi, apabila kita sedang melakukan aktivitas berat seperti olahraga, aerobik, atau olahraga lain dengan intensitas tinggi, meminum air biasa tanpa elektrolit dapat meningkatkan risiko terkena kram otot. Hal ini dikarenakan apabila kita meminum air biasa saat beraktivitas berat, kadar elektrolit yang terlarut dalam tubuh kita akan menurun karena cairan tubuh kita semakin cair akibat air yang masuk tanpa adanya tambahan elektrolit. 

Oleh karena itu, saat berolahraga kita harus selalu menyiapkan minuman yang mengandung elektrolit untuk mencegah tubuh kita kekurangan elektrolit. Contoh minuman yang mengandung elektrolit adalah seperti oralit atau larutan gula garam yang bisa kita beli di apotek terdekat ataupun bisa kita buat sendiri. 

Oralit tidak hanya bisa kita temukan di apotek. Apabila tidak tersedia, kita bisa membuatnya sendiri dengan mencampurkan air, garam, dan gula. Berdasarkan panduan dari World Health Organization (WHO), takaran larutan gula garam (LGG) sebagai pengganti oralit yang dijual di apotek adalah dengan mencampurkan enam sendok teh gula, setengah sendok teh garam, dan satu liter air. Baik oralit yang dijual di apotek, maupun LGG yang dibuat sendiri, keduanya dapat memperbaiki keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Miller, K. C., Stone, M. S., Huxel, K. C., & Edwards, J. E. (2010). Exercise-associated muscle cramps: Causes, treatment, and prevention. Sports Health, 2(4), 279–283.  https://doi.org/10.1177/1941738109357299
  2. Lau, W. Y., & Kato, H. (n.d.). Effect of oral rehydration solution versus spring water intake  during exercise in the heat on muscle cramp susceptibility of young men. 1–13.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *