• Penulis: Salsabilaa Putri Kinasih (AM 25058) 
  • Editor: Astri Shafirah (AM 25009), Nadya Auliarahma (AMP 2418019 NW)

Apa peran air bagi tubuh kita?

Air adalah kebutuhan nutrisi yang penting bagi tubuh. Di dalam tubuh, terdapat sekitar 60% air dari berat badan kita. Air berperan penting untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh sehingga dapat melarutkan mineral, vitamin, asam amino, dan glukosa untuk metabolisme. Air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh normal melalui penguapan keringat dari kulit untuk menghilangkan panas berlebih dari tubuh.1

Apa saja yang menentukan kebutuhan air tiap individu?

Tubuh secara aktif menjaga keseimbangan dari asupan air dan pengeluaran air. Kebutuhan air tiap individu bervariasi dan tidak bisa dipukul rata. Kebutuhan air sendiri dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas, suhu, dan kelembaban lingkungan. Contohnya, individu yang tinggal di tempat panas membutuhkan asupan air lebih banyak dibanding di tempat sejuk. Asupan air yang disarankan oleh individu yang menghabiskan 2000 kkal sehari adalah 2-3 L air (sekitar 8-12 gelas). Untuk kebutuhan cairan pada umur 0-12 tahun yakni kurang lebih 1800 mL dan terus meningkat sampai rentang usia 50 tahun dengan kebutuhan minimal cairan 2300 mL. Kebutuhan cairan ini akan mulai menyusut ketika menginjak umur 65-80 tahun.2

Cara memenuhi kebutuhan air

Semua bentuk minuman dapat langsung memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, minuman yang dianjurkan adalah minuman dengan sedikit atau tidak ada kalori seperti air mineral karena tidak meningkatkan berat badan, mengingat obesitas kini menjadi masalah kesehatan utama. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berkafein karena bisa menyebabkan kehilangan cairan.1

Dehidrasi, apa saja penyebabnya?

Di saat tubuh kehilangan banyak cairan dan tidak ada asupan cairan yang mencukupi, tubuh bisa terkena dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena lingkungan yang panas, diare, muntah-muntah, dan aktivitas fisik yang berat tanpa asupan cairan yang mencukupi. Namun, ternyata cuaca sejuk juga bisa menyebabkan dehidrasi. Udara yang sejuk kadang membuat orang lupa untuk minum dan tidak sadar bahwa ia mengalami dehidrasi. Menurut penelitian yang dilakukan Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, didapatkan bahwa kasus dehidrasi pada remaja dan dewasa sebesar 46,1% di Indonesia.3 Hal ini menandakan bahwa kasus dehidrasi tergolong banyak di Indonesia. 

Bahaya dehidrasi

Dehidrasi sering kali disepelekan oleh kita, padahal jika dibiarkan dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Komplikasi ini dapat terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada organ vital dan komplikasi akibat upaya ginjal untuk mempertahankan cairan. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain gagal ginjal, syok hati, hipotensi (tekanan darah rendah), dan bahkan berujung kematian jika organ kita tidak mendapat nutrisi air yang cukup.4

Tanda dan gejala dehidrasi

Tanda dan gejala dehidrasi dibagi berdasarkan 3 klasifikasi, yaitu:

  1. ringan, korban akan haus, mulut dan mata akan kering, bagian ketiak kering, dan keringat berkurang namun denyut nadi masih normal,
  2. sedang, korban akan mulai terlihat mata yang cekung, kulit pucat, lemas, serta denyut nadi yang cepat dan lemah, dan
  3. berat, korban telah tidak sadar, suhu tubuh tinggi, tidak berkeringat, tidak ada air mata, dan rasa haus tidak ternilai.
Korban dengan mata cekung pada dehidrasi

Jika sudah melihat tanda dan gejala dari dehidrasi, sebaiknya lakukan penanganan dengan cepat dan tepat. Penanganan pertama apabila korban masih sadar adalah dengan memberi konsumsi minum dan rehidrasi garam secara perlahan-lahan agar mencegah korban muntah. Untuk korban tidak sadar, segera bawa ke rumah sakit untuk diberikan rehidrasi secara intravena.5

Pencegahan Dehidrasi

Dehidrasi memang bisa ditangani, namun alangkah lebih baiknya kita mencegah. Langkah pertama untuk mencegah dehidrasi adalah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan cairan tubuh kita. Jika sudah mengetahuinya, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air sesuai kebutuhan. Jangan lupa juga untuk meminum air sebelum beraktivitas dan berkegiatan di siang hari. Perhatikan terus orang di sekitar kita, siapa tahu orang itu terkena dehidrasi dan kita bisa bantu menangani dehidrasi.

Daftar Pustaka: 

  1. Whitney, E., & Rolfes, R. S. (2016). Understanding Nutrition. Stamford: Cengage Learning.
  2. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Dehidrasi: Bukan Sekadar Rasa Haus, Fatal Jika Disepelekan. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  3. Penggalih, M. S., Sofro, Z. M., Rizqi, E. R., & Fajri, Y. (2014). Prevalensi kasus dehidrasi pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 72-77
  4. Taylor K, Jones EB. Adult Dehydration. [Updated 2020 Apr 22]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555956/ 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *