Anggota Muda XXIV Atlas Medical Pioneer telah menyelesaikan lapangan kepecintaalaman yang terakhir, yaitu Lapangan Olah Raga Arus Deras yang berlokasi di Sungai CItarum, Bantar Caringin. Dua puluh delapan orang AM hadir dan lengkap selama berjalannya acara. Dari seluruh AM yang hadir, 14 orang menjadi peserta dan sisanya menjadi supporting system.

Kegiatan diawali di hari Jumat saat tim advance akan berangkat terlebih dahulu ke lokasi untuk membawa dan menyiapkan logistik. Pemindahan logistic ke mobil pick-up dimulai setelah para AM telah menyelesaikan kuliah di hari itu. Meski lelah setelah beraktivitas seharian, semangat para AM tidak turun untuk menyambut lapangan kepecintaalaman terakhir mereka sebagai AM. Setelah semua logistic terangkut, tim advance menunggu kehadiran senior AMP yang akan ikut sebagai tim advance. Kemudian mereka bergerak menuju lokasi. Setibanya di lokasi, seluruh AM dan AMP yang ikut melakukan makan malam bersama. Setelah mengisi kembali energi mereka, kemudian mereka menyiapkan dan menyusun logistic operasional yang akan digunakan keesekoan harinya untuk lapangan seperti perahu, paddle, rescue rope, dan lainnya. Pada malam itu, terjadi kendala karena salah satu perahu yang dibawa mengalami kebocoran dan dilakban saat itu juga. Setelah itu, kegiatan evaluasi pun dilakukan.

Pada hari Sabtu subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, seluruh AM yang tidak termasuk tim advance telah berkumpul di sekretariat Jatinangor untuk melakukan absensi dan briefing. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan makan pagi bersama lalu sholat subuh. Tim advance telah bersiap-siap di lokasi untuk pengondisian logistik. Setelah itu, AM yang berada di Jatinangor dan AM yang ada di Sendal, bersama dengan senior, bergerak menuju Sungai CItarum menggunakan mobil-mobil yang telah dikondisikan. Akan tetapi, beberapa AM telat sampai di lokasi dikarenakan kondisi jalan yang cukup padat pada hari itu serta da salah satu mobil yang bannya pecah.

Setibanya di lokasi, semua AM dan AMP akan menggunakan pelampung dan helm kemudian bergerak menuju lapangan apel untuk melakukan apel pembukaan dan dilanjutkan dengan pembacaan risk assessment. Kemudian diadakan foto bersama seluruh AM dan AMP yang hadir. Kegiatan dilanjutkan dengan pemanasan. Kemudian, semua kembali ke bivoac sentral kecuali untuk peserta yang langsung bergerak menuju titik scouting. Para peserta dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing memiliki 1 mentor untuk melakukan scouting. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan hanyut-rescue yang terbagi menjadi 2 jalur. Hanyut-Rescue sendiri dilakukan untuk kembali mengingatkan dan menilai tekhnik hanyut-rescue peserta sebelum turun ke sungai untuk mengarung.

Setelah rotasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan short-trip dan juga short-trip. Short-trip sendiri dilakukan untuk menguji kemampuan para peserta untuk skippering di sugnai yang memiliki jeram. Perpindahan dari bivoac sentral  menuju ke titik start dilakukan dengan menggunakan 3 mobil yang mengangkut perahu serta penguji, skipper, dan juga para paddler di perahu tersebut.

Lalu, setelah melakukan beberapa kali rotasi, seluruh AM dan AMP melakukan bivoac siang di bivoac sentral. Kegiatan berjalan dengan lancar dengan menu makanan dari provider yang lezat, Setelah semua telah selesai makan dan sholat, kegiatan operasional kembali berjalan. Rotasi kembali dilanjutkan. Akan tetapi, terjadi kendala dikarenakan ada satu perahu yang kembali mengalami kebocoran sehingga ada beberapa orang yang harus tinggal di bivoac sentral untuk memperbaiki. Rotasi pun mengalami perubahan akan tetapi kegiatan tetap berlanjut. Setelah selesai, seluruh AM mengankut semua logistic kembali ke bivoac sentral untuk disusun dan disimpan. Kemudian semua membersihkan diri dan dilanjutkan dengan bivoac malam. Setelah itu ada evaluasi. Dari kegiatan hari pertama sendiri evaluasi adalah ketepatan waktu karena keterlambatan yang terjadi di pagi hari sehingga mengurangi jumlah rotasi ditambah dengan kerusakan perahu.

Setelah evaluasi, semua beristirahat untuk kembali mengumpulkan tenaga dan semangant untuk esok harinya.

Bangun pagi, semangat dan tenaga telah kembali. Kegiatan diawali dengan sarapan pagi bersama dan juga briefing. Pada hari kedua ini, kegiatan yang dilakukan adalah long-trip dan juga pemetaan sungai sebagai perbekalan awal bagi para AM yang akan melakukan perjalanan sungai. Kegiatan diawali dengan moving ke titik start dengan membawa 4 perahu, 3 perahu operasional dan1 rescue boat. Kemudian pengarungan dimulai. Setelah 15 menit mengarung di sungai Citarum, seluruh perahu berhenti untuk melakukan pemetaan di titik pertama yang telah ditentukan. Kegiatan berjalan dengan baik hanya saja ada sedikti keterlambatan karena waktu pemetaan yang diperlukan ternyata lebih dari yang ditentukan di ROP. Kemudian pengarungan dilanjutkan dengan adanya pergantian skipper. Lalu, setelah sampai di titik kedua pemetaan, ternyata tidak terdapat jeram yang terlihat sehingga pemetaan pun terpaksa dibatalkan dan pengarungan dilanjutkan hingga ke titik finish. Setelah itu, seluruh logistic serta perahu diangkut untuk dibawa kembali ke bivoac sentral yang berjarak sekitar 30 menit dari titik finish. Sesampainya di bivoac sentral, seluruh AM langsung bergegas untuk membersihkan dan merapikan logistic. Setelah itu semua berkumpul untuk melakukan bivaoc siang. Sesudahnya, semua bergegas ke lapangan apel untuk melakukan apel penutupan. Setelah selesai, semua kembali ke bivoac sentral untuk melakukan evaluasi.

Sabtu-Minggu, 16-17 Maret 2019

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *