Apa itu frostbite?

Seperti yang kita ketahui, ketika bagian tubuh kita terkena suhu yang panas, bagian tubuh tersebut akan rusak.1 Begitu pula jika terkena suhu yang dingin. Kerusakan jaringan akibat suhu dingin ini akrab dengan sebutan “frostbite”. Apabila tubuh terkena suhu yang dingin terus-menerus, daerah permukaan dapat membeku dan pembekuan itu disebut frostbite. Frosbite sering terjadi pada daun telinga dan jari-jari tangan serta kaki. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang memiliki aktivitas rutin yang berada pada lingkup dengan suhu dingin, misalnya para pecinta alam yang mendaki gunung es.2

Foto frostbite di jari-jari kaki, tangan, dan telinga

Bagaimana frostbite dapat terjadi?

Frostbite terjadi ketika tubuh mengenai benda bersuhu dingin secara terus-menerus. Bagian tubuh yang terkena akan mengalami vasokonstriksi (penyempitan aliran darah).1 Hal ini menyebabkan penurunan aliran darah, sehingga terjadi kegagalan pengantaran suhu ke bagian tubuh dan akhirnya menyebabkan pembentukan kristal es.3

Pencegahan dan penanganan frostbite

Pencegahan frostbite yang terbaik yaitu berpakaian berlapis. Pastikan juga pakaian yang dipakai dalam keadaan kering. Setelah itu, hindari menyentuh langsung benda yang dingin ketika berkegiatan.4 Dalam penanganan frostbite terdapat penanganan pra-rumah sakit (penanganan awal) dan juga pada saat di rumah sakit.5 

  • Penanganan frostbite pra-rumah sakit, yaitu:
    1. Jauhkan korban dari sumber penyebab frostbite.
    2. Ganti pakaian yang basah dengan pakaian kering.
    3. Hangatkan korban dengan mendekatkan ke api atau meletakan botol hangat pada lipatan tubuh (leher, ketiak, atau lipatah paha) dan juga pada bagian tubuh yang terkena frostbite. Pastikan botol sudah dilapisi kain.
    4. Hindari menggosok area yang terkena karena akan memperburuk kerusakan jaringan. 
  • Penanganan frostbite di rumah sakit, yaitu: 
    1. Korban dihangatkan kembali. Penghangatan dilakukan dengan cara merendam bagian tubuh yang terkena frostbite dalam bak air pada suhu 40° C-42° C selama 15-30 menit. Tujuan dilakukan hal ini untuk meminimalkan kehilangan jaringan. 
    2. Dilakukan tindakan pengangkatan lepuh akibat frostbie. Tindakan ini dikaitkan dengan risiko pengeringan bagian tubuh yang terpapar. Jika lepuh tidak mengganggu rentang gerak, akan dibiarkan tetap utuh. Namun, apabila ukurannya besar dan perlu dihilangkan, area di bawahnya harus dibersihkan dan ditutup dengan antimikroba topikal dan kain kasa.
    3. Rawat inap di rumah sakit. Untuk pasien dengan frostbite yang parah sering kali diperpanjang karena imobilitas dan kesembuhan luka yang lambat.

Walaupun frostbite bisa ditangani, namun lebih baik kita mencegahnya. Pastikan tetap fokus saat berkegiatan, hindari menyentuh benda yang dingin secara langsung dengan menggunakan kain. Gunakan pakaian berlapis yang kering agar tubuh tetap hangat. 

Daftar Pustaka 

  1. Guyton, Arthur C dan John E.Hall. 2011. Textbook of Madical Physiology 12Th Edition. Jakarta: EGC 
  2. Graha, Ali Satia. 2010. Jurnal Olahraga Prestasi. Adaptasi suhu tubuh terhadap latihan dan efek sidera di cuaca panas dan dingin. Universitas Negeri Yogyakarta 
  3. Hajirah Basit, Tanner J.Wallen, and Christopher Dudley. Last Update June 30,2020. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536914/ 
  4. Fudge J. Exercise in the Cold: Preventing and Managing Hypothermia and Frostbite Injury. Sports Health. 2016;8(2):133-139. doi:10.1177/1941738116630542 
  5. Jay Biem, Niels Koehncke, Dale Classen, James Dosman. 2003. Out of the cold: management of hypothermia and frostbite. CMAJ Feb 2003 168 (3) 305-311
  • Penulis: Muh.Ishlahuddin D (AM 25040)
  • Editor: Astri Shafirah (AM 25009), Nadya Auliarahma (AMP 2418019 NW)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *