Kecelakaan dapat menghampiri kita di mana pun dan kapan pun. Kecelakaan air merupakan salah satu kecelakaan yang sering terjadi dan berpotensi menyebabkan kematian. Orang yang bisa berenang pun tidak menutup kemungkinan untuk menjadi korban. Faktor yang memengaruhi hal tersebut yaitu panik, kram atau kejang otot, kelelahan karena berenang, dan air yang terlalu dalam.1 Namun, faktor-faktor tersebut dapat dihindari dengan melakukan pencegahan. Lalu, apa saja pencegahannya?

Pencegahan di darat

Pencegahan pertama adalah pemanasan dan makan makanan yang cukup sebelum berkegiatan di air. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kram otot. Hal kedua adalah mempersiapkan pelampung. Pelampung perlu digunakan saat berkegiatan di air, terutama di perairan yang dalam. Walaupun kita mempunyai keahlian untuk berenang, tenggelam masih mungkin terjadi pada keadaan-keadaan tertentu. Setelah melakukan kedua hal tersebut, kita juga perlu memiliki pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

Cara menyelamatkan diri sendiri

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri sendiri saat tenggelam, yaitu:2

  1. Jangan panik. Panik hanya akan membuat kita tidak bisa berpikir apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri sendiri. Selain itu, sikap panik juga mendorong seseorang menjadi lebih banyak bergerak dan membuat semakin tenggelam. 
  2. Cari arah daratan. Kita harus mengetahui dan melihat arah daratan untuk menentukan arah berenang kita. 
  3. Jika berada di sungai dengan arus deras, jangan mencoba untuk melawan arus karena hal itu hanya akan menghabiskan tenaga kita. Berenanglah dengan posisi kepala menghadap ke atas dan ikuti arah arusnya. Jika memungkinkan, segera raih daratan atau batu di sekitar kita.

Cara menyelamatkan orang lain

Hal di atas merupakan cara menyelamatkan diri sendiri ketika tenggelam. Namun, jika kita melihat orang lain yang tenggelam di sungai, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal dasar water rescue yang perlu dimiliki, yaitu:3

  1. Perhitungan. Penolong harus bisa memperhitungkan apakah kegiatan penyelamatan tersebut berbahaya untuk penolong dan korban atau tidak. Misal, penolong harus bisa memperhitungkan daratan yang paling dekat, memungkinkan sebagai tujuan akhir penyelamatan, dan aman bagi penolong dan korban.
  2. Pengetahuan. Menolong orang lain tanpa pengetahuan yang cukup akan membahayakan penolong dan juga korban. Misal, penolong tidak mengetahui bahwa saat melakukan penyelamatan harus memosisikan korban dekat dengan daratan dan penolong harus berenang 45 derajat ke arah hulu. Tanpa pengetahuan ini, penolong dan korban dapat terseret arus. 
  3. Kesiapan fisik. Berenang tentu membutukan banyak energi, terlebih terdapat korban yang harus diselamatkan. Tanpa kesiapan fisik yang cukup, penolong bisa terseret oleh arus. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan fisik.
  4. Keahlian. Seorang penolong harus memiliki keahlian dalam menyelamatkan korban. Semakin ahli, kemungkinan keberhasilan menyelamatkan korban semakin tinggi. Berikut merupakan keahlian cara masuk ke dalam air saat menyelamatkan korban, yaitu:3
  • Slide in entry. Cara ini digunakan jika kedalaman sungai atau perairan tidak diketahui. Cara slide in entry, yaitu dengan membuat posisi seaman mungkin di tepi air dan memasukkan salah satu kaki. Kemudian, rasakan pijakan kaki apakah berbahaya atau tidak. Lalu, jatuhkan badan dan tahan berat badan dengan tangan. 
foto cara slide in entry
  • Step In. Cara ini digunakan jika air jernih dengan kedalaman dapat diketahui dan tidak ada benda yang berbahaya di dalam air. Cara Step In, yaitu memperhatikan arah tujuan air, melangkah dengan hati-hati, dan memastikan bahwa lutut menekuk atau kaki menyentuh bokong ketika masuk ke dalam air.
foto cara step in
  • Compact Jump. Cara ini digunakan untuk mencapai kedalaman yang lebih dari 1 meter. Caranya adalah dengan meletakkan kedua tangan menyilang pada dada. Kemudian, melangkahlah pada tepian air dengan satu kaki dan dilanjutkan dengan kaki yang lain. Pastikan kedua kaki menyentuh dasar.
Foto cara compact jump

Jika kita sudah mengetahui pencegahan dan cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain, maka kita tidak perlu panik. Panik akan menyebabkan kita tidak dapat berpikir jernih sehingga ilmu yang sudah kita miliki tidak dapat diaplikasikan dengan baik.

Daftar Pustaka: 

  1. Water Rescue – Semar Relawan. (n.d). Retrieved November 08, 2020, from https://semarrelawan.or.id/2018/03/pengertian-water rescue/
  2. Auerbach, P. S. (2016). Medicine for the outdoors: The essential guide to first aid and medical emergencies. Philadelphia, PA: Elsevier.
  3. Water Rescue | Hizbul Wathan UMS. (n.d). Retrieved November 08, 2020, From https://hw.ukm.ums.ac.id/2017/12/water-rescue.html 
  • Penulis: Lubna Kamila (AM 25034)
  • Editor: Astri Shafirah (AM 25009), Nadya Auliarahma (AMP 2418019 NW)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *