Isolasi Mandiri atau Isoman merupakan suatu kegiatan yang berfungsi untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 atau yang sering dikenal dengan virus corona. Isolasi dilakukan oleh orang yang terkonfirmasi mengidap COVID-19 baik yang bergejala maupun tidak bergejala/asimtomatik.1

Karantina adalah upaya untuk memisahkan orang yang terpapar COVID-19 berdasarkan adanya riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 atau riwayat bepergian ke wilayah tempat transmisi COVID-19 atau tingkat kasus COVID-19 yang tinggi.2,3

Siapa saja yang masuk kategori riwayat kontak erat dengan pasien COVID-19?

  • Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus konfirmasi dalam radius 1 meter selama 15 menit atau lebih;
  • Sentuhan fisik langsung dengan pasien kasus konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dll);
  • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar; ATAU
  • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat. 

Kapan seseorang harus melakukan karantina?

  • Dalam waktu 48 jam sejak kasus terkonfirmasi, kontak erat harus diwawancarai dan memulai karantina.
  • Pada hari pertama karantina, kontak erat disarankan melakukan entry test, yaitu pemeriksaan rapid test antigen COVID-19
    • Apabila negatif, maka karantina dilanjutkan selama lima hari
    • Apabila positif, maka pasien dikonfirmasi mengalami COVID-19 dan harus melakukan isolasi mandiri seperti panduan di atas. (cek artikel panduan isolasi mandiri)
  • Pada hari kelima karantina, kontak erat disarankan melakukan exit test untuk mendiagnosis COVID-19.
    • Apabila hasil negatif dan tidak ada gejala yang dialami selama karantina, maka karantina dinyatakan selesai.
    • Apabila hasil exit test positif, maka pasien dikonfirmasi mengidap COVID-19 dan harus melanjutkan ke isolasi mandiri kasus terkonfirmasi
  • Apabila pemeriksaan entry test dan exit test tidak dilakukan, karantina harus dilakukan selama 14 hari. Karantina dinyatakan selesai apabila selama 14 hari, kontak erat tidak mengalami gejala apa pun.3

Apa yang harus dilakukan pada saat karantina? 

  • Sama halnya seperti isolasi, orang yang melaksanakan karantina harus tetap berada di rumah masing-masing dan jika memungkinkan memisahkan diri dari anggota keluarga lain yang tinggal bersama.
  • Perhatikan terkait gejala-gejala COVID-19 yang mungkin muncul saat karantina.2
  • Jaga kesehatan dan perhatikan pribadi, lingkungan, dan keluarga, sama seperti karantina.

  • Penulis: Nathanael Kurniadi (AM 25049)
  • Editor: Farah Afifah (AM 25025), Nadya Auliarahma Samiadji (AMP 2418019 NW)

Daftar Pustaka:

  1. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. (2021). Buku Panduan Isolasi Mandiri.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). When You Can be Around Others After You Had or Likely Had COVID-19. 2019–2021. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/end-home-isolation.html3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021).
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/4641/2021 Tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina, Dan Isolasi Dalam Rangka Percepatan Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Dengan. KMK/ Nomor HK ,01,07/MENKES/4641/2021, 169(4), 308–311.

One thought to “Panduan Karantina”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *